Skip to main content

Freight Farms Pasarkan Kebun Hidroponik Dalam Kontainer

Ide untuk memanfaatkan kontainer menjadi tempat tinggal bagi manusia sudah diwujudkan secara luas. Ide untuk bercocok tanam dalam ruangan pun sudah direalisasikan banyak pihak. Tapi bagaimana dengan ide untuk menggabungkan keduanya; kontainer sebagai ruangan bercocok tanam? Freight Farms, sebuah perusahaan industri pangan berbasis US dan Kanada ini mencoba mewujudkannya.


Hidroponik dalam Kontainer: Inovasi berkebun dari Freight Farms
(dok. Inhabitat)

Semenjak berdiri tahun 2010, Freight Farms sudah bergelut dalam pengembangan produk dan layanan agrikultur urban. Barulah di tahun ini, Freight Farms memperkenalkan produk terbaru mereka yang bernama Leafy Green Machine(LGM), sebuah kontainer yang telah dilengkapi dengan sistem hidroponik vertikal, sumber cahaya LED, dan kontrol iklim ruangan yang intuitif. Kontainer LGM dirancang dengan penggunaan daya yang efisien, sensor untuk monitoring udara & air, dan "Cloud Farming", aplikasi yang memudahkan kontrol kondisi bercocok tanam kontainer. Akses kamera dalam kontainer juga dapat dilakukan melalui aplikasi "Cloud Farming".

Cloud Farming: Kontrol segala aspek kontainer dari perangkat IOs
(dok. Freight Farms)

Serupa seperti greenhouse pada umumnya, kontainer LGM mampu menjaga hidroponik dari gangguan hama. Meski serupa, kontainer LGM memiliki keunggulan dalam kemudahannya untuk berpindah tempat. Sistem hidroponik vertikal juga meningkatkan daya tampung tanaman yang dapat ditumbuhkan. Tertarik untuk mengadaptasi ide ini di Indonesia?

Sumber: Inhabitat

Comments

Popular posts from this blog

MESH, Kit Kreatif yang Permudah Inovasimu Jadi Nyata!

Inovasi dalam hal teknologi sudah semakin mudah di era masa kini. Ide cemerlang bisa segera direalisasikan berkat kemudahan akses informasi. Tapi, Takehiro Hagiwara dan teamnya mencoba menjadikannya jauh lebih mudah.

Proyek 'Gila' Google Berikan Semua Orang Akses Internet

Akses internet menjadi hal yang penting di era informasi kini. Sayangnya, masih terdapat dua pertiga populasi dunia yang belum dapat menikmati akses internet. Google membawa gebrakan inovasi agar akses internet dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. Namun, Google tidak memberikan ide yang mainstream . Google menggunakan cara yang unik dan gila untuk memberikan akses internet di seluruh muka bumi. Bukan dengan membangun tower ataupun menebar kabel tapi dengan menerbangkan balon dengan perangkat internet!

'Berburu' Monster Loch Ness dengan Google Street View

Nama Loch Ness, sebuah danau di dataran tinggi Skotlandia, tersimpan dalam memori dunia sebagai danau yang menyimpan salah satu misteri yang belum terungkap, yakni monster Loch Ness. Semenjak foto penampakan monster ini dimuat, tak sedikit tim ekspedisi yang meluncur ke lokasi. Naas, belum ada satu pun yang berhasil mengungkap keberadaan monster Loch Ness.