Bitcoin, mata uang digital yang belakangan menjadi tren di kalangan tertentu. Cara mendapatkan Bitcoin sendiri tergolong unik. Sederhananya dimana anda diminta untuk menyelesaikan persoalan matematika rumit. Jika anda berhasil, anda akan memperoleh sejumlah Bitcoin. Proses tersebut disebut dengan menambang Bitcoin(Mining Bitcoin).
Bagi professional, menambang Bitcoin tidak dilakukan hanya dengan satu atau dua komputer saja. Contohnya adalah salah satu lokasi penambangan Bitcoin di Tiongkok yang diliput oleh Motherboard, situs yang bagikan berbagai artikel dan video jurnalistik tentang budaya dan sains.
Dalam videonya, Motherboard mengunjungi tambang Bitcoin di Changheng, Propinsi Liaoning, Tiongkok. Motherboard tak sendiri, mereka dipandu oleh Jin Xin, manager dari tambang Bitcoin tersebut.
Tambang Bitcoin yang dikelola Jin Xin gunakan lantai dua di sebuah gedung berlantai tiga. Kabel jaringan berserakan memenuhi jalan. Di pojok, ada segunung komputer rusak yang sudah tidak digunakan. Belasan kipas skala industri menjadi alat untuk menjaga suhu ruangan tetap rendah.
Penambang Bitcoin yang ada di tambang ini adalah 3,000 unit ASIC yang beroperasi 24/7. Sejumlah staff melakukan perawatan berkala dan seringkali harus tinggal di gedung tersebut untuk alasan keamanan. Staff hanya menyempatkan empat sampai lima hari tiap bulannya untuk pulang.
Tambang Bitcoin ini hanyalah satu dari enam tambang yang dioperasikan Jin Xin bersama tiga kawannya. Mereka mencatat 3% dari total blockchain Bitcoin.
Pada kondisi prima, mereka dapat kantongi 4,050 Bitcoin dalam satu bulan, setara dengan $1,5 juta.(Asumsi harga 1 bitcoin = $375) Pada kondisi normal, dalam satu hari mereka dapat peroleh 100 Bitcoin.
Jin Xin percaya bahwa Bitcoin akan menjadi mata uang di masa depan. Meski mungkin, tak dapat sepenuhnya menggantikan peran mata uang yang saat ini ada.