Pernahkah kulkas rumah anda mengirimi anda sms tentang stok makanan yang menipis? Atau dari tanaman yang kehausan di halaman rumah anda? Saat ini mungkin belum. Namun dunia sedang bekerja keras untuk mewujudkan Internet of Things, dimana semua benda saling terhubung dan berkomunikasi melalui internet.
Berbeda dari Development Kit Elektronika pada umumnya, SAM tidak beroperasi dalam bentuk satu kesatuan utuh. SAM beroperasi secara modular, dimana setiap komponen terpisah dapat dihubungkan satu dan lainnya untuk membentuk sistem yang utuh. SAM terdiri dari beberapa modul, seperti tombol, lampu RGB, buzzer, servo, slider, motor dan bermacam-macam sensor.
Setiap modul SAM memiliki bluetooth hemat energi untuk berkomunikasi dengan komponen lainnya. Setiap modul juga dilengkapi dengan baterai LiPo, yang disebutkan tahan hingga 2-3 minggu untuk modul tombol dan 30 menit untuk modul motor. Baterai dapat diisi ulang dengan koneksi MicroUSB.
SAM Labs juga menyediakan software yang dapat menghubungkan dan memfungsikan setiap modul. Software ini berbasis drag and drop, sehingga mudah dioperasikan bahkan bagi orang tidak memiliki pengetahuan pemrograman sekalipun. SAM Labs berharap, siapapun dapat membuat sistem Internet of Things yang mereka imajinasikan!
Jika anda tertarik, anda dapat memberikan dukungan pada SAM Labs melalui Kickstarter. SAM Labs merencanakan produksi massal dapat dimulai akhir Oktober 2014, sementara proses distribusi Maret 2014.
Kelak, SAM akan mengikuti jejak Arduino dengan menjadi open hardware yang dapat dikembangkan secara bebas. Jika saat itu tiba, apakah Indonesia siap mengadopsi modul SAM?
Banyak perusahaan yang mengembangkan perangkat elektronika untuk mewujudkan Internet of Things. Mulai dari mikrokontroller sederhana seperti Arduino dan Raspberry Pi, hingga teknologi canggih wearable device seperti Google Glass dan Myo.
Perusahaan startup asal Inggris bernama Sam Labs, tak mau ketinggalan. Mereka mengembangkan SAM, Development Kit Elektronika pertama yang menggabungkan perangkat keras, lunak dan Internet ke dalam satu komponen modular.
![]() |
| Berbekal modul SAM anda siap membuat sistem yang anda imajinasikan. (Dok. SAM Labs) |
Berbeda dari Development Kit Elektronika pada umumnya, SAM tidak beroperasi dalam bentuk satu kesatuan utuh. SAM beroperasi secara modular, dimana setiap komponen terpisah dapat dihubungkan satu dan lainnya untuk membentuk sistem yang utuh. SAM terdiri dari beberapa modul, seperti tombol, lampu RGB, buzzer, servo, slider, motor dan bermacam-macam sensor.
![]() |
| Modul-modul SAM yang telah diproduksi oleh SAM Labs (Dok. SAM Labs) |
Setiap modul SAM memiliki bluetooth hemat energi untuk berkomunikasi dengan komponen lainnya. Setiap modul juga dilengkapi dengan baterai LiPo, yang disebutkan tahan hingga 2-3 minggu untuk modul tombol dan 30 menit untuk modul motor. Baterai dapat diisi ulang dengan koneksi MicroUSB.
![]() |
| SAM App, software drag and drop yang mudah dioperasikan siapa saja. (Dok. SAM Labs) |
Kelak, SAM akan mengikuti jejak Arduino dengan menjadi open hardware yang dapat dikembangkan secara bebas. Jika saat itu tiba, apakah Indonesia siap mengadopsi modul SAM?




Comments
Post a Comment